Selametan. Tradisi Jawa Yang Tidak Dilupakan
Senin 14 Oktober 2024 pukul 17.00 disalah satu rumah warga
desa Suluk melaksanakan tradisi slametan. Acara ini dihadiri oleh beberapa
tetangga dekat dan hanya dilaksanakan dalam kurun waktu tertentu atau satu
tahun sekali.
Tradisi selametan adalah alkuturasi budaya hindu dan islam di indonesia, selametan merupakan ungkapan doa untuk orang terdekat yang sudah meninggal, yang dipercayai dapat membuat roh bahagia dan diterima di sisi tuhan.
Rangakaian acara slametan dimulai dengan doa doa berbahasa Jawa dan disambung dengan doa secara islam, lalu setelah doa selesai para
undangan membungkus dan membagi rata hidangan berupa nasi, ayam panggang dan
pernak pernik lain kepada undangan yang hadir.
Menurut pak Tono, salah seorang undangan selametan. Tradisi slametan
ini harus tetap dilaksanakan , karena merupakan bentuk menjaga budaya turun
temurun dari nenek moyang, dan tradis ini juga membawa berkah bagi kepercayaan
masyarakat juga mempererat hubungan kerukunan antar tetangga.
Acara slametan biasanya dilanjutakan dengan diskusi atau
sekedar ngobrol untuk mempererat rasa
kekeluargaan. Setelah acara selesai, saat akan pulang, masing masing orang akan
mengucapakan kata kata “kabul niate” atau “dateng kersane“ kepada pemilik
rumah atau yang mengadakan acara slametan. Kata kata tersebut memiliki makna “semoga terkabul atau tercapai apa yang diinginkan tuan rumah“.

Komentar
Posting Komentar