"Mengapa Kau Ambil Semuanya"
Mengapa Kau Ambil Semuanya
Sore hari,jam pelajaran telah usai semua anak berkemas untuk pulang menuju rumah.namun suasana sore itu tiba tiba mencekam hujan deras disertai kilat bergemuruh memekakan telinga, semua anak yang telah berkemas mengurungkan niat untuk kembali ke rumah,menunggu hujan reda.Tetapi tidak dengan Shinta,dia nekat untuk bergegas pulang ingin cepat cepat menemui ibunya yang tengah sakit parah.
Dia tak berangan untuk takut kepada hujan dia hanya ingin cepat menemui ibunya.tanpa berpikir panjang dia mengemasi seluruh barang nya dan membungkusnya dengan plastik agar tak terkena sentuhan hujan. Dia berjalan cepat menuju parkiran untuk mengambil kendaraan sementara hujan semakin deras di hadapan, kali ini dia merasa takut untuk melanjutkan langkahnya. namun kondisi ibunya membuat dia menyingkirkan ketakutanya dan bergegas untuk pulang ke rumah, sebelum keluar dari parkiran dia berdoa memohon kepada tuhan "ya tuhan lindungilah aku dari marabahaya dan malapetaka. serta kuatkan ibuku untuk menghadapi ujian berat dari mu ini. Amin" batin shinta sambil menggenggam erat tangan nya dan memejamkan mata.
brummm…..
Dia melajukan motornya melewati rintikan air hujan yang begitu deras dan angin kencang, dalam batinya dia berdoa kepada tuhan untuk keselamatan nya karena hujan semakin deras dan pandanganya terhalangi. setelah berjalan beberapa kilometer dia sampai di persimpangan untuk berhenti menunggu lampu lalu lintas berwarna hijau untuk kembali melaju.namun tiba tiba angin berhembus sangat sangat kencang dan
krakkkk……
pohon besar tumbang tepat menimpa kaki shinta. kaki shinta mengalami pendarahan dia merasa kesakitan berteriak untuk meminta pertolongan “tolong tolong bantu sayaa” teriak shinta sambil menahan rasa sakitnya. pandanganya kabur dia mulai kehilangan kesadaran karena kehabisan banyak darah beberapa saat kemudian dia pingsan di tengah banyak orang orang mengerubunginya untuk menolong.
🥀----🥀
Keesokan harinya shinta kembali sadar, dia membuka matanya dengan perlahan dia bingung, dia sedang berada di mana,dia menoleh ke sekitarnya tak ada seseorang pun yang ada hanya alat medis yang berbunyi nyaring di telinga dan tirai besar di samping ranjang tidurnya. sampai dia sadar dia sudah berada di rumah sakit dengan perban tebal yang melilit kedua kakinya yang kemungkinan kakinya mengalami patah tulang. Shinta mulai menangis meratapi nasibnya dan memikirkan bagaimana kondisi ibunya “Ya tuhan kenapa engkau memberikan ujian yang begitu berat kepadaku.apa dosa yang kuperbuat sampai tega kau menguji ku sampai seberat ini tuhan.” Keluh shinta sambil meneteskan air matanya.Saat Shinta sedang menangis tiba tiba terdengar suara dari ujung kamar
ceklekkk…..
pintu kamar terbuka dan ternyata itu paman shinta satu satunya kerabat shinta yang peduli padanya setelh dia di tinggal pergi ayah nya untuk selama lamanya. pada 17 tahun lalu setelah shinta baru dilahirkan beberapa bulan.
Paman segera menghampiri Shinta dan memeluknya.shinta menangkap pelukan Pamanya dengan erat karena dia lah satu satu nya orang yang ada untuk saat ini. shinta menenangkan tangisan nya dan bertanya kepada paman “paman dimana ibu? bagaimana kondisi ibu sekarang?”. Paman menghapus air matanya perlahan dan menjawab “ibumu ada di sini nak di samping mu”. “dimana paman tunjukan dimana ibu” pinta shinta, segera. paman membuka tirai di samping ranjang nya dan di situlah nampak tubuh ringkih ibunya terbaring lemah dengan berbagai alat medis menempel di tubuhnya. Shinta terkejut karena ibunya berada di sini. “paman bagaimana ibu bisa di sini ?” tanya shinta penasaran. “paman yang bawa kesini nak. kondisi ibumu memburuk dan saat mendengar kabar kecelakaan mu serangan jantung ibumu kambuh. beruntung paman bisa cepat membawanya kesini.” jawab paman penuh penjelasan. “terima kasih paman saya tak bisa membayangkan bagaimana kondisi ibu saya jika tidak ada paman” respon shinta.”iya nak paman akan selalu ada untuk kamu” jawab paman penuh ikhlas.
Shinta sangat ingin mendekat dan meraba tubuh ibunya namun karena kondisi tubuhnya membuat ia tak mampu mendekat ke ibunya. dia hanya bisa memandang kondisi ibunya yang tak sadarkan diri dan mendengarkan bunyi nyaring dari alat alat medis yang menjadi penanda detak jantung penentu kehidupan ibunya. Shinta hanya bisa meneteskan air mata dan berdoa memohon kepada tuhan “Tuhan beri pertolongan kepada ibuku, angkat segala penyakitnya tuhan, jangan ambil dia dariku, dia satu satu nya yang ku miliki tuhan” pinta shinta sambil meneteskan air mata dan menggenggam erat kedua tangan nya. kini kondisi shinta sangat campur aduk karena memikirkan ibunya dan menahan rasa sakit dari dirinya sendiri
Beberapa saat setelah Shinta berdoa, alat medis pendeteksi detak jantung ibunya berbunyi semakin keras dan monitor menunjukan grafik lurus dari detak jantung ibunya.menjadi penanda detak jantung ibunya semakin melemah. dokter dan perawat bergegas masuk dan memberi pertolongan. satu satu nya cara adalah menggunakan alat kejut jantung untuk memfungsikan kembali jantung dan memberikan secuil harapan hidup bagi ibu Shinta.
Di sisi lain Shinta hanya bisa kembali menangis dan melihat kondisi ibunya yang memprihatinkan. “Ya tuhan baru saja aku berdoa kepadamu untuk jangan mengambil ibuku .mengapa malah seperti ini tuhan?” batin Shinta. dan setelah dokter berusaha mengembalikan detak jantung ibu Shinta. ternyata usaha tersebut sia sia, ibu Shinta gagal diselamatkan ia menghembuskan nafas terakhir tepat disaksikan langsung oleh Shinta.
Shinta kehabisan kata bahkan air mata kedua orang tua nya kini telah kembali diambil oleh yang kuasa. dia tak menyangka secepat ini tuhan mengambilnya, dia tak paham apa dosa yang ada sehingga ujian begitu berat menimpa dirinya, dari kaki yang remuk tertimpa pohon sampai satu satunya harta berharga miliknya diambil oleh tuhan. “Tuhan mengapa seberat ini ujian mu.mengapa engkau ambil semua dari ku tuhan” eluh Shinta sambil menahan tangis dan memandangi ibunya.
*CERITA INI HANYALAH FIKTIF DAN KARANGAN BELAKA 🥀
waduhh bagus banget mas rangga, udah cocok nih buat jadi seorang penulis
BalasHapusmantap mas rangga🥶🥶
BalasHapusBagus
BalasHapusmantap cerpenmuu
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusbacanya merindingg
BalasHapusAww mas rangga
BalasHapus