Teks Narasi
Tak Harus Memiliki
Di sebuah kota kecil yang tenang. Tinggallah seorang gadis bernama Nala, Ia adalah seseorang yang di kenal sabar, ceria dan penuh ketenangan, nala selalu berbuat baik dengan sangat tulus kepada orang orang disekitarnya. Namun dibalik sifat ceria dan ketenanganya Nala menyimpan sebuah hal dengan rapi di hatinya, hal itu adalah perasaanya kepada seorang laki laki bernama Rasy yang tak lain adalah teman sekaligus sahabat dekatnya. Nala menyimpan perasaan ini sejak pertama kali mereka bertemu saat kelas 10 SMA.
Sejak kelas 10 Nala dan Rasy berteman sangat dekat, mereka sering menghabiskan waktu bersama seperti belajar, bermain dan bertukar cerita. Juga saling membantu satu sama lain saat salah satu mengalami kesulitan. Dari momen momen inilah perasaan Nala kepada rasy terus tumbuh. Namun nala masih hanya menyimpan perasaanya, ia takut jika perasaan ini ia ungkapkan persahabatan mereka akan hancur. Tetapi di sisi lain Nala sudah tidak kuat memendam perasaan ini sendirian.
Saat ini mereka sudah menduduki bangku 12 dan mendekati hari hari kelulusan. Hampir genap 3 tahun Nala menyimpan perasaanya kepada Rasy. Karena sudah selama ini Nala berniat untuk jujur tentang perasaanya kepada Rasy.
Suatu sore setelah pulang sekolah Nala mengajak rasy untuk pergi ke taman di dekat sekolah Nala mengatakan ingin menyampaikan sesuatu kepada rasy. Rasy yang sudah biasa bermain dengan nala pun mengiyakan ajakan tersebut. Tibalah mereka di taman mereka duduk di sebuah kursi yang jauh dari keramaian. Di sanalah Nala mengungkapkan semua perasaan nya kepada rasy yang ia pendam sendiri selama hampir tiga tahun.
Mendengar Nala Rasy tertegun cukup lama. Wajahnya menunjukkan rasa kaget, tetapi juga penuh kehati-hatian. Dengan suara pelan dan lembut, ia berkata bahwa ia sangat menghargai perasaan Nala. la merasa beruntung memiliki teman sebaik Nala. Namun, ia belum bisa membalas perasaan itu karena ia belum siap membuka hati untuk hubungan yang lebih jauh.
Kata-kata itu tidak diucapkan dengan kasar. Justru terasa hangat, tetapi tetap meninggalkan ruang kosong di hati Nala.Ia cukup kecewa perasaan selama tiga tahun ini tak terbalaskan.Meski begitu, Nala mengangguk dan tersenyum. Ia juga tahu, cinta yang tulus tidak selalu harus dimiliki.
Hari-hari setelah itu terasa sedikit berbeda. Ada rasa sedih yang sesekali datang, tetapi Nala memilih tetap menjadi dirinya sendiri. la belajar bahwa mencintai seseorang dengan tulus juga berarti siap menerima jawaban apa pun, bahkan jika itu bukan yang diharapkan.
Seiring waktu, Nala menjadi pribadi yang lebih kuat. la menyadari bahwa penolakan bukan berarti dirinya kurang berharga. Justru, itu adalah bagian dari perjalanan untuk menemukan seseorang yang kelak bisa membalas ketulusannya dengan cara yang sama.
Komentar
Posting Komentar